Select Menu

News

News

Berita

Teknosains

Health

Oase

Kuliner

Pasteur Banjir Parah, Ridwan Kamil Minta Maaf

Bandung dikejutkan dengan banjir parah yang menimpa Pasteur Senin sore (24/10). Dari video yang beredar, tampak sebuah mobil hitam hanyut terbawa air yang mengalir deras di tengah jalan Pagarsih, Bandung.




Walikota Bandung Ridwan Kamil melalui akun twitternya menyatakan permohonan maafnya atas banjir yang terjadi dan berjanji mengatasinya segera dengan memasang Tol Air. Belum ada penjelasan rinci sepereti apa Tol Air yang dimaksud. (MHN)


Ketika Gubernur Jabar Promosikan Kopi Nasional

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat kumpul petani dan perajin kopi dalam "Sarasehan Urang Gunung" di Kawasan Gunung Puntang
"Saya biasanya minum kopi sampai 5 gelas sehari, kopi asli yg digiling bukan digunting.
Supaya cita rasanya original diminum tanpa gula.. Jawa Barat punya kopi Java Preanger gunung Puntang, Kopi no 1 Dunia.." Ujar Ahmad Heryawan dalam akun facebooknya https://www.facebook.com/aheryawan/ 

Gubernur sarat prestasi yang akrab dipanggil Aher ini mengutip tautan berita dari salah satu media nasional yang menyampaikan kulaitas kopi Gunung Puntang yang sempat menjuarai kontes kopi internasional.


"Dengan berbagai manfaatnya, mulai dari menyehatkan kulit, menyehatkan jantung, mencegah kanker, mencegah prostat dll.." tulisnya sebagai penutup


Pemberantasan Pungli Jangan Hanya Lip Service

Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS Almuzzammil Yusuf
Jakarta (11/10) - Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS Almuzzammil Yusuf menegaskan  tindak pemberantasan pungutan liar (pungli) harus diberantas sampai akarnya. Terutama pungli di lembaga-lembaga pemerintahan.

Almuzammil mengungkapkan, pungutan liar (Pungli) merupakan bagian dari korupsi yang tidak bisa dibiarkan menyerbak dalam tubuh lembaga pemerintahan.

"Budaya pungli memang harus dikikis dari waktu ke waktu. Tapi jangan hanya menjadi lip service , sehingga menutup mata atau mengalihkan dari kasus-kasus besar seperti yang sudah diungkap oleh BPK," ungkap Muzzamil di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2016).

Almuzammil meminta, dalam penuntasannya, aparat penegak hukum  diharapkan tidak pandang bulu.

"Pungli sama dengan korupsi, semua harus dikikis habis. KPK dibentuk sebagai super body tidak boleh takut dengan penguasa atau kepala daerah yang dianggap dekat dengan penguasa. Pungli tidak akan hilang kalo korupsi besar terus merajalela," ujarnya. (put)

MacGyver Telah Kembali!


Buat generasi yang sudah menonton televisi pada tahun 90-an, pasti kenal dengan karakter film action satu ini. MacGyver. Film serial yang sempat menjadi salah satu film legendaris di Indonesia dengan Richard Dean Anderson sebagai pemeran utamanya selalu menjadi film yang ditunggu tunggu.

Apa kabar MacGyver saat ini? well, Richard Dean Anderson sudah terlihat tua kini. Badannya sudah gemuk seiring usia. Tak lagi semenawan dahulu ketika ia masih menjadi pemeran MacGyver muda.

Sekedar melepas kerinduan pada film karakter film ini, tayangan berikut ini menarik untuk ditonton. sebuah Film pendek tentang apa yang dilakukan Macgyver di masa beranjak tuanya. Jangan lewatkan...


Polisi Rekayasa Lalin Urai Macet di Ciledug-Tendean

Proyek jalan layang non tol Tendean-Ciledug. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta: Kemacetan akibat pembangunan proyek jalan layang Kapten Tendean-Blok M-Ciledug di Jalan Raya Kapten Tendean kian parah. Untuk itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah merembukkan rekayasa lalu lintas demi mengurai kemacetan tersebut.

‪"Nanti akan kami lakukan rekayasa di sana untuk mengurangi potensi kemacetan," ujar Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Warsinem saat dihubungi wartawan, Rabu (11/3/2015).‬

‪Namun, Warsinem belum dapat menjabarkan rekayasa lalu lintas yang dimaksud. Pasalnya, pihak kepolisian baru akan merapatkan hal tersebut pada Kamis (12/3/2015).

‪"Besok baru akan dirapatkan dengan Dinas PU Bina Marga DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, termasuk manajemen konstruksi dari proyek pembangunan tersebut," jelasnya.‬

‪Seperti diberitakan, pembangunan paket Jalan Layang Ciledug-Tendean tersebut sudah dimulai pada Selasa (10/3/2015) kemarin. Jalan layang sepanjang 9,3 kilometer tersebut berfungsi untuk menunjang jalur khusus transjakarta koridor 13.‬

‪Pembangunan jalan layang tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2016. Jalan layang tersebut disebut-sebut sebagai jalan layang terpanjang yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.‬

metrotvnews

Koridor Serpong-Tangerang seperti TB Simatupang 15 Tahun Lalu...

TANGERANG, KOMPAS.com - Kondisi aktual koridor Serpong, Alam Sutera, dan Tangerang serupa halnya dengan koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, lima belas tahun silam. Kini, kondisi itu berubah total. 

Saat itu, mulai bermunculan gedung-gedung perkantoran yang mengakomodasi kebutuhan perusahaan multinasional di sektor pertambangan minyak dan gas. Perusahaan-perusahaan asing tersebut merelokasi dari central business district (CBD) Jakarta ke koridor TB Simatupang. 

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, gejala serupa terjadi di kawasan Serpong, Alam Sutera dan Tangerang. Embrio bisnis perkantoran di kawasan ini akhirnya lahir.

"Tak seperti di Simatupang. Bedanya, kalau di kawasan ini berupa low rise office. Sama dengan fenomena yang terjadi di negara maju, yaitu kawasan pinggiran dipenuhi low rise office, sedangkan high rise office-nya berada di pusat kota," ujar Hendra kepadaKompas.com, Rabu (17/12/2014). 

Dia menuturkan, pangsa pasar perkantoran di koridor Serpong, Alam Sutera dan Tangerang merupakan limpahan dari Jakarta Barat, CBD Jakarta, dan juga Simatupang. Pasalnya, harga sewa di kedua kawasan tersebut sudah begitu tinggi. 

Di CBD Jakarta, misalnya, harga sewa rerata sudah mencapai 40 dollar AS per meter persegi per. Sementara itu, di koridor Simatupang berada pada level 30-35 dollar AS per meter per bulan di luar biaya servis.

"Di koridor Serpong, Alam Sutera, dan Tangerang harga sewa masih murah sekitar Rp 120.000 sampai Rp 130.000 per meter persegi per bulan," kata Hendra.

Namuh, kendati masih rendah, prospek bisnis perkantoran di ketiga kawasan tersebut sangat cerah. Hendra mengatakan, tingginya kebutuhan itu berasal dari industri-industri Tangerang, beralihnya gaya bisnis di ruko dan pertokoan ke gedung perkantoran. 

Pada gilirannya tingkat okupansi menguat di atas 90 persen. Sementara itu, pasokan yang berasal dari ketiga kawasan tersebut masih sangat sedikit, yakni hanya 135.000 meter persegi.

Hendra mengatakan, fenomena menjamurnya gedung dan proyek perkantoran di kawasan pinggiran dipicu oleh kondisi di Jakarta yamg disesaki 20 juta orang. Dengan kondisi itu, tak mungkin bagi Jakarta untuk hanya punya satu CBD dan mendominasinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pusat-pusat pertumbuhan baru. Karena itulah, muncul south and west CBD dan sekarang ada kota satelit.

"Di luar koridor Simatupang dan S Parman, kawasan yang paling maju perkembangannya adalah Tangerang. Kawasan ini sangat strategis untuk bisnis, ada toll road pabrik dan industri hingga lima juta populasi," terang Hendra. 

Perusahaan-perusahaan tersebut membuka kantor pendukung seperti back officeperbankan dan asuransi dengan harga lebih murah.

sumber: Kompas.com

JPMI DKI Jaya Bidani Kelahiran Indonesia Halal Center

Suasana Rakernis JPMI DKI Jaya
Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) DKI Jaya menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Hotel SAHATI, Jakarta Selatan Rabu kemarin (17/12). Rakernis ini digelar untuk mempersiapkan program kerja 2015. Ketua JPMI DKI Jaya, Bimo Prasetio, menyampaikan salah satu agenda prioritas JPMI DKI Jaya dalam periode 2014 – 2019, adalah advokasi mengenai industri halal.

JPMI DKI Jaya bersiap mendirikan IHC (Indonesia Halal Center) sebagai tindak lanjut dari seminar  sosialisasi Undang-undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) beberapa waktu lalu. Langkah JPMI ini tidak sendiri. JPMI akan bersinergi dengan berbagai pihak seperti Anton Apriyantono (mantan menteri Pertanian dan penggerak Komunitas Halal), Suswono (Mantan Menteri Pertanian), Riyanto Sofyan (Owner Hotel Sofyan), Amri Gunawan (Owner Rabbani) serta pengusaha lainnya.

Dalam menjalankan program ini, BSM siap menggandeng IHC dengan memfasilitasi sertifikasi halal bagi 50 UKM yang berada di kantin Wisma Mandiri.

JPMI DKI Jaya melihat kendala komunitas halal saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat adalah tersedianya produk halal itu sendiri. Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat akan produk halal, mereka mempertanyakan dimana mendapatkan produk yang terjamin kehalalannya. Hal ini mengingat produk yang tersebar saat ini tidak banyak yang memiliki jaminan halal.

Oleh karena itu, JPMI DKI Jaya berinisiatif untuk membuat kanal bisnis bagi industri halal melalui IHC. Secara institusi, IHC merupakan sayap terpisah dari JPMI DKI Jaya. Sehingga tidak ada hubungan struktural dalam kegiatannya nanti. 

Diharapkan IHC menjadi rujukan agenda bagi komunitas halal bahkan menjadi pusat kegiatan industri halal di Indonesia dan di dunia. “Dengan adanya kepastian produk halal dari sisi produsen, akan mempermudah konsumen dalam memilih produk halal,” jelas Lutfiel Hakim, Chairman IHC.


Garap KTT Pertama di Indonesia, MITI Kirim Delegasi ke Jerman


Stuttgart (miti.or.id) – Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) mengirimkan delegasi untuk mempelajari sistem dan manajemen Kantor Transfer Teknologi (KTT) ke Steinbeis Head Quarter, Stuttgart, Jerman. Delegasi yang terdiri dari seluruh manajer operasional MITI Pusat akan belajar dan mendiskusikan konsep KTT yang sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia hingga tengan bulan November mendatang. 

Salah satu permasalahan yang membelit kemajuan teknologi di Indonesia adalah belum menyebarnya hasil penelitian kepada masyarakat secara optimal. Padahal, teknologi yang telah dihasilkan dapat menjadi potensi untuk menyejahterakan rakyat. Banyak pihak belum menyadari bahwa banyak produk berteknologi yang dihasilkan industri di Indonesia hanya sekadar rakitan produk teknologi luar. Padahal, dari segi kemampuan, ilmudan dan teknolog Indonesia memiliki kapabilitas. Tak sedikit di antara mereka yang tersohor menjadi tokoh berkelas dunia.

MITI merupakan lembaga yang bergerak dalam pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan masyarakat. Tugas utama MITI ialah menjembatani hasil riset yang dilakukan oleh para ilmuwan dan teknolog agar dapat diaplikasikan untuk menjawab kebutuhan dan menyejahteraan rakyat. Dalam upaya tersebut, MITI melakukan kerjasama dengen Steinbeis. Steinbeis adalah lembaga independen di Jerman yang telah lebih dari tiga puluh tahun berkompeten menangani transfer teknologi. Steinbeis telah memiliki jaringan di banyak negara, termasuk Malaysia, Jepang, India, dan negara-negara lain di seluruh dunia.

Direktur Business Technology Incubation Center (BTIC) MITI, Dr. Ir. Sri Harjanto (Assoc. Prof.), mengatakan bahwa masih sedikit keseuaian antara kebutuhan industri dengan hasil-hasil riset yang dihasilkan oleh para ilmuwan dan teknolog. “Saat ini para peneliti terutama yang berasal dari perguruan tinggi melakukan penelitian lebih berorientasi pada keinginan untuk menemukan atau meciptakan teknologi dan membuat publikasi ilmiah, belum sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat,” jelas HarjantoHarjanto yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Teknik Matalurgi dan Material FTUI ini juga menambahkan bahwa KTT yang akan MITI bangun di Indonesia mengusung konsep budaya lokal.

Pengiriman seluruh manajer operasional MITI ke Jerman untuk mendapatkan pelatihan seluruhnya dibiayai oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI melalui skema program Riset-Pro. Pasca pelatihan, MITI akan membangun KTT pertama di Indonesia yang berasal dari inisiatif dalam negeri. TTO ini akan membantu para peneliti dan industri menyamakan persepsi kebutuhan dan mengembangkan R&D di Indonesia. “MITI memiliki banyak jaringan peneliti dan industri baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri saja, MITI memiliki anggota lebih dari 300 ilmuwan dan teknolog di berbagai bidang. Potensi pengembangan industri dari dalam negeri tentu akan menjadi lebih kuat dengan kemampuan ilmuwan dan teknolog dalam negeri ini,” ungkap Sri.

Kerjasama pembangunan KTT pertama di Indonesia ini telah diinisasi sejak akhir tahun lalu. Ditandai dengan hadirnya pihak Steinbeis di Indonesia pada MITI Forum bulan April silam dan penandatanganan MoU dua bulan setelahnya, KTT yang digarap MITI ini akan memberikan pelayanan Active Short Consultancy dan Special Consultancykepada para pemegang kebijakan industri, praktisi, dan pebisnis di berbagai bidang yang membutuhkan sentuhan industri. Para pemangku kepentingan dapat langsung menghubungi MITI jika mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan mengenai teknologi yang mereka alami untuk diberikan bantuan konsultasi.

“Komersialisasi teknologi hasil riset merupakan kunci utama kemajuan Indonesia tanpa tergantung perkembangan politik,” ucap Dr.Warsito P. Taruno, Ketua Umum MITI di sela MITI Forum bulan April lalu. Harapan di masa yang akan datan teknologi yang dikembangkan oleh para ilmuwan dan teknolog di Indonesia tidak hanya menjadi pajangan atau bahkan terbengkalai di laboratorium. Teknologi yang dikembangkan tentunya harus mempunyai nilai guna. (DWH)

Nasional