Select Menu

News

News

Berita

Teknosains

Health

Oase

Kuliner

MITI: Pemerintah Perlu Tentukan Mazhab Kebijakan Subsidi




Tangerang – Pada APBN 2016, pemerintah mengangggarkan Rp 201,4 triliun untuk subsidi pada tahun mendatang. Subsidi dialokasikan untuk subsidi energi sebesar Rp121 triliun dan subsidi non-energi sebesar Rp80,4 triliun. Angka ini turun 5 persen dari anggaran total subsidi tahun 2015 yang mencapai Rp 212,104 triliun. Pemangkasan subsidi dilakukan pemerintah pada subsidi energi sebesar Rp 16,824 triliun, sedangkan subsidi non-energi naik sebesar Rp 6,12 triliun.

Sebelumnya, media massa banyak mempermasalahkan rencana pemerintah untuk mencabut subsidi pada energi listrik. Telah diputuskan, untuk 2016, pelanggan yang disubsidi sebanyak 24,7 juta rumah tangga, berkurang dari jumlah yang disubsidi di 2015 sebanyak 45 juta rumah tangga. Anggaran subsidi listrik yang tahun ini sebesar Rp 66,15 triliun, di 2016 dipangkas menjadi Rp 38,39 triliun. Dari jumlah subsidi listrik 2016, sebanyak Rp 29,39 triliun akan diberikan untuk pelanggan rumah tangga, Rp 2,2 triliun untuk pelanggan industri, dan Rp 1,16 triliun sisanya untuk 15 golongan pelanggan listrik lain.

Menanggapi kebijakan subsidi energi yang telah ditetapkan untuk tahun 2016 mendatang, Direktur Kebijakan Inovasi Industri MITI, Dr. Edi Hilmawan, M.Eng, mengatakan bahwa pemerintah perlu mengkaji kembali mazhab mana yang akan digunakan untuk menggelentorkan dana subsidi. “Beberapa negara memberikan subsidi energi, terutama listrik, khusus untuk sektor hulu, yaitu industri dan usaha-usaha rakyat lainnya yang produktif. Hal ini dilakukan untuk mendorong perekonomian. Jika perekonomian berkembang pesat, pendapatan dan daya beli masyarakat pasti akan meningkat,” tuturnya. Contoh negara yang menggunakan menerapkan peraturan ini adalah China dan Jepang.

Edi juga menjelaskan bahwa ada juga negara yang memberikan subsidi kepada masyarakat secara langsung melalui hitungan rumah tangga, bukan pada industri. “Meski bukan sektor produktif, namun beberapa negara seperti Jerman memberlakukan peraturan ini,” tambahnya. “Pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif mengenai dampak terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi untuk menentukan mazhab yang akan digunakan pada kebijakan subsidi.”

Pemberian subsidi menurut Edi, sebaiknya berkaca pada Pasal 33 UUD 1945 ayat (2), cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, sedangkan ayat (3) menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam  yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. "Kuncinya adalah kemakmuran masyarakat," ujarnya. Subsidi dapat diberikan kepada komoditas yang merupakan hajat hidup orang banyak untuk kemakmuran masyarakat. "Jadi selama bertujuan memakmurkan masyarakat, subsidi jangan hanya dibatasi u golongan yang tidak mampu. Subsidi dapat diberikan kepada sektor-sektor produksi yang berdampak pada kemakmuran masyarakat, kata Edi.

Edi menegaskan bahwa masyarakat juga harus memahami jika energi di Indonesia mulai tidak murah. “Kita harus memahami dengan baik bahwa subsidi energi membebani anggaran, mendidik masyarakat menjadi tidak produktif dan cenderung boros energi,” jelasnya. “Namun perlu dipertimbangkan juga bahwa subsidi diperlukan untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan membantu daya beli masyarakat khususnya golongan menengah ke bawah. Jadi pengurangan subsidi harus mempertimbangkan itu semua sebelum diputuskan,” paparnya.


Selain subsidi, pemerintah juga perlu melakukan efisiensi secara internal untuk kebutuhan listrik masyarakat. “Sedapat mungkin lakukan efisiensi secara internal agar biaya pokok produksi PLN bisa lebih rendah. Sukur-sukur tanpa menaikkan tarif listrik, subsidi bisa ditekan hanya dengan peningkatan efisiensi penyediaan listrik," pungkas Edi. (DWH)

Startup Istanbul 2015 Menantang Digitalpreneur Indonesia

Startup Istanbul dikenal sebagai ajang yang mempertemukan pebisnis digital, startup, investor dan peminat digital dan internet yang terbesar di Eurasia (Eropa dan Asia). Pada tahun ketiganya yang akan berlangsung tanggal 3-5 Oktober 2015 di Istanbul, Turki, Startup Istanbul akan menghadirkan 100 startups dari 40 negara (termasuk Indonesia), 1500 peserta konferensi, 14 pembicara utama dan 200 investor.

Khusus investor dan inkubator yang akan hadir di acara itu, sebut saja yang besar seperti Y-Combinator, Google Ventures, Microsoft Ventures, Intel Capital & Accel Partners, mereka akan berinvestasi di startups yang ikut Pitching atau kompetisi Startup. "Ini peluang yang menarik bagi startup Indonesia untuk go-international. Baik dari sisi exposure maupun peluang mendapat funding,” kata Endy Kurniawan, CEO Saiber Dunia Imaji, yang menjadi country ambassador event Startup Istanbul di Indonesia.

Pengunjung yang hadir bisa mendapatkan inspirasi dari suasana conference yang sangat atraktif di Lutfi Kirdar Conference Center, sekitar 5 menit jalan kaki dari pusat kota Istanbul : Taksim Square. Bagi startups yang masuk nominasi dan masuk sesi seleksi, ada program mentoring selama 2 hari penuh di Microsoft Center pada tanggal 3 dan 4 Oktober. Di tahap ini, mentor dari berbagi perusahaan investasi dan startups yang telah sukses akan berbagi ilmu berharganya.

Startup Istanbul diselenggarakan oleh Etohum, sebuah organisasi di Turki yang menjadi inkubator dan akselerator perusahaan-perusahaan digital. Selain menyelenggarakan event Startup Istanbul dengan skala besar, dimana tahun-tahun sebelumnya bahkan dihadiri oleh startup dari negara-negara Eropa barat, Etohum juga mengadakan event-event lebih kecil di berbagai kota di Turki. 

Pada tahun sebelumnya, ajang ini diwakili 1 startup dengan dua delegasi dari Indonesia. Pendaftaran bisa dilakukan secara online di http://startupistanbul.com/register (untuk peserta/ delegasi) dan untuk startup yang akan berkompetisi bisa melalui link http://startupistanbul.com/startupapplication. “Target tahun ini adalah 5 startup dan 10 delegasi. Ada minat yang besar dari pegiat bisnis digital di Indonesia,” tutup Endy. 




Eat24: Pengguna iPhone Lebih Sehat Dibanding Pengguna Android

iOS Vs. Android

Kebiasaan sehat para pengguna iPhonediklaim lebih baik dari para pengguna smartphone berbasis sistem operasiAndroid. Klaim tersebut didasarkan pada temuan terbaru yang dirilis layanan pesan online makanan, Eat24.

Eat24 dalam data yang dihimpunnya melalui aplikasinya selama tiga bulan mencatat bahwa sebanyak 27 persen pengguna iPhone lebih memilih filter “Sehat” untuk makanan yang mereka pesa. Bandingkan dengan pengguna Android yang terhitung di angka 17 persen.

Who is healthier?

Selanjut dalam memilih jenis-jenis makanan pun, para pengguna iPhone lebih menyukai makan sayuran ketimbang pengguna Android. Sebanyak 35 persen pengguna iPhone tercatat memesan sayuran, sedangkan pengguna Android tercatat hanya 28 persen memesan jenis makanan hijau ini.

Who likes their veggies?

Begitu juga dalam menjemput pesanan makanan daripada hanya menunggu makanan diantarkan. Para pengguna iPhone disebutkan dua kali lebih sering menjemput makanananya ketimbang pengguna Android yang diklaim rajanya “tukang duduk”.

Pickup Orders

Namun soal makanan pedas, pengguna Android lebih suka makanan dengan rasa ini dengan persentase sebesar 10 persen lebih tinggi ketimbang pengguna iPhone.

Pizza Chart

Yang menarik, Eat24 bahkan membandingkan logo Apple dan Android untuk dipilih mana yang lebih sehat. Seperti yang bisa harapkan, lagi-lagi Apple menang telak di kategori ini. Ya, buah “Apple” tentunya lebih sehat dan enak ketimbang “robot hijau”, bukan?

Terakhir, para pengguna Android tidak memiliki lebih banyak aplikasi kesehatan ketimbang para pengguna iPhone. Dalam kategori “Who has more Active/Healthier Apps”, jelas pengguna iPhone tercatat memiliki lebih banyak aplikasi kesehatan dan bahkan aktif menggunakannya.


Secara keseluruhan, pengguna iPhone mendapatkan nilai kesehatan sebanyak 5 poin sedangkan pengguna Android hanya mendapatkan satu poin. Dengan ini, jelas bahwa pengguna iPhone memiliki kebiasan hidup yang lebih sehat daripada pengguna Android.

Bagaimana pendapat kamu mengenai temuan terbaru Eat24 ini? Sampaikan komentarmu di kolom yang tersedia ya.


Sumber: makemac

Air Garam Bisa Nyalakan Lampu 8 Jam


Pernahkan Anda membayangkan hidup tanpa listrik atau lampu? Barangkali tidak semua orang bisa beruntung menikmati listrik atau lampu dengan mudah. Ilmuwan dari SALt (Sustainable Alternative Lighting) menemukan teknik menciptakan lampu yang bisa menyala selama delapan jam. Lampu ini bukan sembarang lampu karena lampu ini tidak dihidupkan dengan listrik tapi menggunakan segelas air dan dua sendok teh garam. Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana jika air laut digunakan untuk menyalakan lampu ini.


Dilansir dari laman ScienceAlert, lampu ini sengaja diciptakan untuk menjawab kegalauan bahwa ada satu miliar orang di dunia ini yang hidup tanpa listrik. Artinya, ketika malam hari, untuk bisa membaca atau melakukan aktivitas, mereka harus menggunakan minyak tanah untuk bisa menyalakan lampu. Hal ini memerlukan biaya yang mahal karena minyak tanah juga bukan lagi barang murah.

Lampu garam yang disebut SALt  ini bekerja dengan prinsip baterai galvanik. Sistem ini terdiri dari laritan elektrolit yaitu air garam, dan dua elektroda. Ketika elektroda ditempatkan dalam elektroliit, energi mampu mengidupkan lampu. Sistem ini bisa menyalakan lampu selama delapan jam sehari selama kurun waktu enam bulan. 

Lampu ini telah diuji coba di Filipina. Di Filipina, sebanyak 7.000 pulau belum memperoleh listrik. Tim Salt memutuskan untuk mendistribusikan lampu ini untuk mesyarakat Filipina. "Air laut bisa berfungsi menghidupkan lampu. Rata-rata, air laut memiliki salinitas 35 gram dalam 1.000 gram air. Anda bisa menggunakan air laut untuk menghidupkan lampu ini kapan saja," ujar tim.


sumber ROL

Tukimin Petani Hebat

Tukimin mengganti media tanam dengan batang pisang.



Tukimin (49), petani asal Desa Kaliabu Kabupaten Madiun, berhasil membuktikan diri ke publik bahwa kemarau bukan halangan untuk bercocok tanam.

Lewat pemikiran sederhananya. Petani sayur mayur ini mampu memberikan inspirasi kepada petani untuk tetap berinovasi dan beradaptasi terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Tukimin 'melawan' kebiasaan. Bagaimana tidak, ketika di beberapa daerah para petani menjerit dan berpangku tangan menunggu pasokan air saat kemarau, ia tetap bertahan.

Lantas apa hebatnya Tukimin?

Sejak enam bulan lalu, Tukimin berinovasi mengganti media tanam untuk sayur-sayurannya dengan batang pisang. Namun siapa sangka, ternyata ide itu berjalan efektif.

“Awalnya saya melihat batang pohon pisang digunakan secara horizontal atau berebah. Namun setelah saya terapkan, batang pohon pisang cepat kering dalam sebulan,” kata Tukimin, Rabu 5 Agustus 2015.

Sebab itu peserta lomba Inovasi Vertikultura Gebyar Gapoktan Tahun 2015 di Kabupaten Madiun ini pun berinisiatif menggunakan batang pisang dengan posisi vertikal.

“Keuntungannya jika vertikal, batang pohon pisang ini bisa lebih bertahan lama, sekitar dua bulan. Selain itu, bisa dilubangi lebih banyak lagi sehingga bisa menanam lebih banyak,” kata Tukimin.

Namun Tukimin mewanti-wanti, bahwa batang pohon pisang ini hanya untuk tanaman sayuran. “Karena media tanahnya sedikit maka yang sesuai adalah tanaman sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam,” ujarnya.

Tukimin menjelaskan bahwa cara membuatnya sangat sederhana. Batang pisang dipotong sepanjang satu meter, dengan pangkal diletakkan di bawah.

“Ujung atas, dilubangi dengan menghilangkan jantung batang pohon pisang, sekitar 20 centimeter. Pada batang bagian samping juga dilubangi menyamping selebar sekitar 8 cm dengan tinggi yang sama, berkedalaman sampai menyentuh jantung pohon pisang,” katanya.

Pada dinding samping batang pohon pisang ini, dibuat beberapa lubang dengan jarak sekitar 20 cm. “Sebaiknya dibuat menyilang,” tuturnya.

Pada setiap lubang lalu diisi dengan tanah yang dicampur dengan kompos kotoran kambing dan arang sekam padi, dengan perbandingan campuran 1:1:1.

“Campuran tanah ini sebaiknya dibiarkan dulu beberapa hari, sebelum sayuran ditanam,” sambungnya.

Hasil karya inovatif Tukimin, pelepah pisang jadi media tanam. (VIVA.co.id/Adib Ahsani)
Sebagai penguat batang sayuran, Tukimin membuat pupuk alami. “Pupuknya hanya cairan dari rendaman serabut kelapa yang direndam selama seminggu. Saya tidak menggunakan bahan pupuk maupun insektisida pabrik,” ucapnya.

Kelebihan batang poson pisang yang digunakan sebagai media tanam sayuran ini, selain bisa menghemat tempat, juga menghemat air untuk menyiram karena tanaman bisa menyerap air pada pelepah batang pohon pisang, cocok untuk musim kemarau,” ujar Tukimin.

Semua bahan yang digunakan merupakan limbah. “Batang pohon pisang sangat melimpah, karena pohon pisang selalu ditebang setelah berbuah, begitu juga dengan pupuk dari air rendaman serabut kelapa,” katanya.

Hasil dari panen yang menggunakan media tanam batang pohon pisang ini, Tukimin tidak lagi membeli sayuran karena bisa dipetik dari halaman sendiri.

sumber viva

BlackBerry Keluarkan Passport Silver Edition


BlackBerry pertama kali meluncurkan BlackBerry Passport pada bulan September tahun lalu. Sementara itu, BlackBerry Passport diluncurkan di Indonesia pada bulan November 2014. Dan sekarang, BlackBerry meluncurkan Silver Edition dari Passport. BlackBerry menyebutkan Silver Edition sebagai Passport dengan "desain baru". Passport Silver Edition memiliki rangka daristainless steel dan bagian belakang dengan berpola yang lembut di tangan.

Seperti yang disebutkan oleh Engadget, model terbaru dari Passport ini memiliki spesifikasi yang sama dengan Passport. Ia memiliki layar kotak berukuran 4.5 inci dengan resolusi 1440 x 1440. Ia menggunakan Snapdragon 801 @2.2GHz untuk prosesornya dan Adreno 330 untuk GPU. Ia juga dilengkapi dengan RAM 3GB dan memori internal sebesar 32GB. Jika memori ini dirasa kurang, Anda dapat menambahkan memori menggunakan SD card hingga 128GB.

Passport Silver Edition dilengkapi dengan kamera belakang 13MP dan kamera depan 2MP. Meski banyak kabar yang beredar yang menyebutkan BlackBerry akan membuat smartphone Android, tetapi Silver Edition masih menggunakan BlackBerry 10 sebagai OS-nya. BlackBerry Passport Silver Edition akan tersedia di Amerika Utara pada hari ini, Rabu (5/8/2015) dengan harga USD549. Ia juga akan tersedia di Eropa dan negara-negara lain.

BlackBerry juga membuat video unboxing dari Passport Silver Edition. 



sumber metrotvnews

Yahoo Luncurkan Livetext, Aplikasi Olahpesan Video, Tanpa Audio


Hari ini Yahoo meluncurkan Yahoo Livetex. Sebuah aplikasi olahpesan video terbaru untuk iPhone dan Android. Yahoo Livetext memadukan kemudahan dan kenyamanan berolahpesan dengan kecepatan dan kedekatan yang ditawarkan pada medium video, namun tanpa audio. Yahoo mengklaim aplikasi ini memungkinkan anda untuk menggunakannya di dalam momen dan konteks apapun.

"Setiap evolusi platform mendorong kita untuk menggunakan bentuk komunikasi yang baru, yang didorong oleh keinginan kita semua untuk selalu terhubung dan berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang lebih inovatif dan menyenangkan," ujar Wakil Presiden Senior unit Video, Desain, dan Produk Berkembang Yahoo, Adam Cahan. 

Cahan juga menambhakan bahwa Yahoo ingin menciptakan cara baru di dalam berkomunikasi, yang memadukan kemudahan di dalam berolahpesan dengan emosi dan kedekatan berinteraksi di dalam video chat. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman berkomunikasi yang spontan dan nyata.

Yahoo Livetext adalah cara baru di dalam bersosialisasi secara seru, cepat, dan real-time. Layaknya obrolan langsung di dalam dunia nyata. Interaksi seperti senyuman konyol, lirikan mata, dan ungkapan tertawa - yang biasanya diekspresikan dengan 'Lol' - tidak lagi diperlukan untuk mengekspresikan perasaan di dalam berkomunikasi melalui aplikasi ini, karena reaksi langsung akan ditunjukan di pertengahan obrolan.

Yahoo Livetext sedang diluncurkan di seluruh dunia, dimulai dari Hong Kong, Taiwan, dan Irlandia. Hari ini (30 Juli) Yahoo Livetext akan tersedia di App Store dan Google Play Store di lima negara selanjutnya - AS, Inggris, Kanada, Jerman, dan Perancis. Sementara belum ada keterangan kapan aplikasi ini akan dapat diunduh di Indonesia.


Ramos Luncurkan Smartphone Perdananya Onemos MOS1


Ramos, produsen smartphone terkemuka asal Cina, secara resmi meluncurkan produk smartphone perdananya, Onemos MOS1. Ramos mengumumkan kalau smartphone ini akan mulai dilempar ke pasar secara bertahap via online dan offline mulai awal Agustus. Smartphone ini akan tersedia dalam tiga warna: champagne gold, moonlight silver, dan metal gray. Selain peluncuran MOS1, Ramos juga mengumumkan akan segera meluncurkan produk teranyar lainnya, MOS1Max.

MOS1, yang diluncurkan bersama dengan BYD - produsen baterai terkemuka asal Cina, mengadopsi rangka logam kristal bertepi lima - struktur yang membutuhkan 208 prosedur desain kompleks diantaranya adalah CNC, nano-molding, dan sandblasting untuk menciptakan rangka bertepi lima dengan nilai toleransi tak lebih dari 0.01 mm, dengan lingkaran yang menyelimuti kotak dan kotak yang menyelimut lingkaran agar memberikan kesan yang nyaman dan enak untuk digenggam.

Bagian depan dan belakang Onemos MOS1 disusun dengan kaca lekuk ganda 2.5D, Corning Gorilla Glass 3 - komponen umum yang diciptakan untuk produk premium. Perpaduan antara rangka logam menengah dan kaca 2.5D ganda menyebabkan smartphone ini tak membutuhkan kehadiran komponen penyusun plastik apapun. Tombol Onemos MOS1 dirancang untuk menciptakan tekanan sebesar 2.4 Newtons, tekanan ideal tombol smartphone untuk mewujudkan kemudahan penggunaan. Smartphone ini pun hadir dengan ketebalan body berbalut warna emas setipis 1.9 mm dan rangka logam menengah ultra tipis berdimensi 6.6 mm.

Di sektor layar, Onemos MOS1 dipersenjatai dengan layar seluas 5.5 inch 1080p GFF AHVA dengan ~401 ppi pixel - level resolusi dimana retina mata manusia tak lagi mengetahui pixel. Di dapur pacunya, tertanam prosesor Qualcomm delapan inti 64bit hemat daya yang menjamin kinerja super cepat dan mulus. MOS1 menawarkan kapasitas penyimpanan sebesar 32GB, 2GB RAM, dan dapat beroperasi baik dengan TD-LTE maupun FDD-LTE double 4G systems.

Onemos MOS1 dibekali dengan baterai yang tak hanya berkapasitas raksasa tapi juga diklaim salah satu yang paling aman di pasaran, BYD 3050mAh. Tak hanya kapasitas yang besar, baterai MOS1 juga memiliki fitur penghematan daya yang handal, dengan mengoptimalkan algoritma manajemen daya, masa hidup baterai akan mencapai 20% lebih lama dibandingkan dengan baterai biasa dengan berat yang sama. Teknologi quick charging Qualcomm QC2.0 menjamin setidaknya daya baterai terisi hingga 15% dalam waktu hanya 10 menit. Di sektor fotografi, MOS1 dilengkapi dengan kamera belakang 13MP dengan lensa stack-type dan kamera depan real-time Iopicca 5MP dengan F/2.0 super aperture yang dapat melakukan instant focus hanya dalam waktu tiga detik.

MOS1 mengusung user interface eksklusifnya, MOUI 1.0, yang didasarkan pada sistem Android 5.0 yang telah disempurnakan, dan hadir dengan konsep "zero pre-installation", yang artinya smartphone ini tidak dilengkapi dengan piranti lunak pihak ketiga apapun karena, bagi sebagian besar pengguna, cenderung tidak berguna dan membebani memori ponsel. Pihak produsen juga telah menyematkan lebih dari 3000 pembaruan lainnya agar mewujudkan pengalaman pengguna yang optimal sekaligus meningkatkan nilai estetika smartphone ini.

sumber: Antara

Google Hapus Aplikasi Hamas dari Android Store



Google telah menghapus aplikasi android yang dibuat Hamas. Aplikasi tersebut dianggap sebagai aplikasi yang dibuat oleh organisasi yang Google sebut sebagai organisasi teroris Palestina untuk berhubungan antar para pendukungnya. Aplikasi tersebut muncul pada Google store namun dihapus pada pukul 10.00 Sabtu malam waktu Israel.
Pada Sabtu pagi, Hamas mengumumkan peluncuran aplikasi tersebut via twitter dengan akun @HamasInfoEn. “Today we launched the android app for the Arabic version of our website, while Apple refused to host the iOS application.” Hamas sendiri meluncurkan website versi bahasa inggris pada 25 Juni lalu.
Dalam aplikasi yang diluncurkan tersebut, Hamas memuat bebera fitur seperti sejarah tentang Hamas, berita aktifitas, serta update tentang anggotanya yang ditahan di penjara zionis israel. Google dalam pernyataannya menyatakan telah menghapus aplikasi tersebut karena dianggap bertentangan dengan kebijakan Google, khususnya pasal penebaran kebencian.  

Garap KTT Pertama di Indonesia, MITI Kirim Delegasi ke Jerman


Stuttgart (miti.or.id) – Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) mengirimkan delegasi untuk mempelajari sistem dan manajemen Kantor Transfer Teknologi (KTT) ke Steinbeis Head Quarter, Stuttgart, Jerman. Delegasi yang terdiri dari seluruh manajer operasional MITI Pusat akan belajar dan mendiskusikan konsep KTT yang sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia hingga tengan bulan November mendatang. 

Salah satu permasalahan yang membelit kemajuan teknologi di Indonesia adalah belum menyebarnya hasil penelitian kepada masyarakat secara optimal. Padahal, teknologi yang telah dihasilkan dapat menjadi potensi untuk menyejahterakan rakyat. Banyak pihak belum menyadari bahwa banyak produk berteknologi yang dihasilkan industri di Indonesia hanya sekadar rakitan produk teknologi luar. Padahal, dari segi kemampuan, ilmudan dan teknolog Indonesia memiliki kapabilitas. Tak sedikit di antara mereka yang tersohor menjadi tokoh berkelas dunia.

MITI merupakan lembaga yang bergerak dalam pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan masyarakat. Tugas utama MITI ialah menjembatani hasil riset yang dilakukan oleh para ilmuwan dan teknolog agar dapat diaplikasikan untuk menjawab kebutuhan dan menyejahteraan rakyat. Dalam upaya tersebut, MITI melakukan kerjasama dengen Steinbeis. Steinbeis adalah lembaga independen di Jerman yang telah lebih dari tiga puluh tahun berkompeten menangani transfer teknologi. Steinbeis telah memiliki jaringan di banyak negara, termasuk Malaysia, Jepang, India, dan negara-negara lain di seluruh dunia.

Direktur Business Technology Incubation Center (BTIC) MITI, Dr. Ir. Sri Harjanto (Assoc. Prof.), mengatakan bahwa masih sedikit keseuaian antara kebutuhan industri dengan hasil-hasil riset yang dihasilkan oleh para ilmuwan dan teknolog. “Saat ini para peneliti terutama yang berasal dari perguruan tinggi melakukan penelitian lebih berorientasi pada keinginan untuk menemukan atau meciptakan teknologi dan membuat publikasi ilmiah, belum sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat,” jelas HarjantoHarjanto yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Teknik Matalurgi dan Material FTUI ini juga menambahkan bahwa KTT yang akan MITI bangun di Indonesia mengusung konsep budaya lokal.

Pengiriman seluruh manajer operasional MITI ke Jerman untuk mendapatkan pelatihan seluruhnya dibiayai oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI melalui skema program Riset-Pro. Pasca pelatihan, MITI akan membangun KTT pertama di Indonesia yang berasal dari inisiatif dalam negeri. TTO ini akan membantu para peneliti dan industri menyamakan persepsi kebutuhan dan mengembangkan R&D di Indonesia. “MITI memiliki banyak jaringan peneliti dan industri baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri saja, MITI memiliki anggota lebih dari 300 ilmuwan dan teknolog di berbagai bidang. Potensi pengembangan industri dari dalam negeri tentu akan menjadi lebih kuat dengan kemampuan ilmuwan dan teknolog dalam negeri ini,” ungkap Sri.

Kerjasama pembangunan KTT pertama di Indonesia ini telah diinisasi sejak akhir tahun lalu. Ditandai dengan hadirnya pihak Steinbeis di Indonesia pada MITI Forum bulan April silam dan penandatanganan MoU dua bulan setelahnya, KTT yang digarap MITI ini akan memberikan pelayanan Active Short Consultancy dan Special Consultancykepada para pemegang kebijakan industri, praktisi, dan pebisnis di berbagai bidang yang membutuhkan sentuhan industri. Para pemangku kepentingan dapat langsung menghubungi MITI jika mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan mengenai teknologi yang mereka alami untuk diberikan bantuan konsultasi.

“Komersialisasi teknologi hasil riset merupakan kunci utama kemajuan Indonesia tanpa tergantung perkembangan politik,” ucap Dr.Warsito P. Taruno, Ketua Umum MITI di sela MITI Forum bulan April lalu. Harapan di masa yang akan datan teknologi yang dikembangkan oleh para ilmuwan dan teknolog di Indonesia tidak hanya menjadi pajangan atau bahkan terbengkalai di laboratorium. Teknologi yang dikembangkan tentunya harus mempunyai nilai guna. (DWH)

Virus Pembasmi Kanker Ditemukan di China

GUANGZHOU, (Xinhua) -- Ilmuwan Cina telah menemukan virus yang dikenal sebagai M1 dapat membunuh sel kanker tanpa merusak sel normal. Temuan ini memberikan harapan akan masa depan penelitian dan pengembangan terapi kanker.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Yan Guangmei, seorang profesor dari Zhongshan School of Medicine dibawah Sun Yat Sen University di Provinsi Guangdong, menemukan virus tersebut, yang diekstrak dari nyamuk jenis tertentu di provinsi Hainan, dapat menghambat pertumbuhan sel sel kanker tanpa merusak sel sel normal.

Penemuan ini dipublikasikan pada bulan oktober di Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.

Dalam ujicoba terhadap hewanm ditemukan bahwa virus M1 bekerja sangat baik mengatasi kanker hati, kantung kemih, kolon dan rektum.

Kanker tumbuh hingga tahap yang sangat mengancam di China seiring gaya hidup yang tidak sehat serta kondisi lingkungan yang semakin memburuk. Dilaporkan, 3,5 juta kasus kanker ditemukan setiap tahun. dan 2,5 juta orang, hampir sejumlah populasi Kuwait, meninggal karena kanker di China.

icrosschina.com

Mahasiswa Juara Kalkulus Itu Pedagang Asongan

ilustrasi
Demi mencari tambahan kebutuhan sehari-hari, mahasiswa itu tak pernah malu menjadi pedagang asongan di sekitar kampus.
Dream - Gapailah cita-cita setinggi langit. Sepertinya istilah itu cocok bila dikaitkan dengan semangat yang dimiliki seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di kota Solo, Jawa Tengah itu.
Menelusuri dinginnya malam tak membuat pemuda sebut saja si Fulan mengakhiri kegiatannya sehari-hari. Dengan membawa ransel lengkap dengan buku-buku, ia tak malu berjalan menelusuri jalan sekitar kampus sambil membawa sebuah termos.

Mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) itu ternyata seorang pedagang asongan. Si fulan menjual kopi, teh dan minuman lainnya.

Hampir setiap malam ia melakukan hal itu demi menyambung kehidupan sehari-hari. Fulan dikenal sebagai pemuda yang sederhana dan pintar. Prestasinya juga luar biasa. Dia merupakan juara kalkulus di kampusnya.

Tak ingin terlena dengan beasiswa yang didapatkan tiap bulannya sebesar Rp 600 ribu, Fulan tetap berjualan agar dapat mengirimkan uang setiap bulannya pada orangtuanya. Meski sedikit.
Kesibukannya berjualan tak membuat Fulan kehabisan akal untuk menyempatkan waktu belajar. Di sela-sela memasak air saat berjualan, Fulan membaca-baca buku agar tetap bisa mengikuti perkuliahan dengan baik.

Penasaran dengan kisah mahasiswa pedagang asongan ini? Yuk simak kisahnya di sini http://bit.ly/1vOLCe8 (Ism)

dream.co.id

Rencana R80 'First Land' di Jabar



"Kita dapat kehormatan dari Pak BJ Habibie, Pak Ilham Habibie, dan PT RAI yang memaparkan teknologi tingkat tingginya di Jabar. Kita punya harapan semoga bisa membantu program ini. Kita berharap tahun 2018 pesawat canggih R80 akan selesai dan terbang perdana di Jabar. PT DI sendiri ada di Jabar, maka kita sangat mengapresiasi langkah ini"

Demikian ucap Gubernur Jabar Ahmad Heryawan terkait pertemuannya dengan mantan presiden RI, BJ Habibie Rabu Kemarin.

Pertemuan tersebut berlangsung Rabu (10/9) kemarin di Bandung, Jabar.  Mereka membahas rencana industri pesawat terbang R 80 sebagai pengembangan dari pesawat terbang N 250 .Program pesawat terbang R 80 ini dikembangkan oleh perusahaan swasta PT RAI (Regio Aviasi industri) yang dipimpin oleh BJ Habibie langsung sebagai komisaris utama. Rencananya, proses produksi (pabrikasi) akan dilaksanaakan di PT DI  Bandung.

“R 80 Lebih canggih dari N250 yang terhentikan oleh IMF. Rencananya 2017 atau 2018 akan First Land di Bandara Kertajati Majalengka,” jelas Habibie. Ia juga menjelaskan spesifikasi pesawat R 80 yang berkapasitas 80-90 seat. PT RAI mengajak kerjasama bersama Jabar sebagai permulaan.

Menyambut rencana ini, Aher menyambut baik rencana ini. “Kita mendapatkan kehormatan dari PT RAI. (kita) punya harapan bisa mendukung kembalinya industri pesawat dalam negeri. Apalagi rencanananya klop antara R 80 dengan Bandara Internasional Jawa Barat,” tegas Aher.


Apple Rilis Dua Iphone Sekaligus


Akhirnya Apple meluncurkan iphone seri terbarunya. Secara mengejutkan, Apple mengeluarkan dua seri sekaligus. Yaitu Iphone 6 dengan lebar layar 4,7 in dan Iphone 6 Plus dengan ukuran lebih besar 5,5 in.

Secara fisik, kedua Iphone kali ini dibuat lebih tipis - 6,9 mm untuk Iphone 6 dan 7,1 mm untuk Iphone 6 Plus - dengan dominan warna metal hitam dan lapisan kaca yang melengkung seperti menyatu dengan lapisan logam disekelilingnya. Desain ini menampilkan perubahan yang cukup besar sejak diperkenalkannya Iphone 4 tahun 2010 lalu. Kali ini, lebih mendekati bentuk lengkungan Iphone awal awal sejak diperkenalkan pada 2007.

Tombol daya yang pada seri sebelumnya diletakan di bagian atas perangkat kini bergeser ke samping.

Untuk prosesor, kedua seri terbaru ini digerakan oleh prosessor terbaru yaitu prosessor A8. Prosessor ini diklaim 25% lebih cepat dari prosessor sebelumnya dan 50% lebih hemat daya.

Untuk kamera, Apple memasangkan kamera delapan megapixel dengan teknologi fokus seperti yang biasa digunakan pada kamera DSLR untuk kecepatan dan keakurasian hasil foto. Tambahan untuk seri Iphon 6 Plus, Apple memasangkan teknologi optical stabilisation untuk mengurangi efek goyang, khususnya dalam situasi minim cahaya

Hebatnya lagi, kamera keduanya mampu merekam hingga 240 fps. Cukup untuk menghasilkan efek video slow motion. Ini dua kali lebih canggih dari kamera yang dimiliki seri Iphone 5s. 

Kedua Iphone ini akan tersedia dalam 3 pilihan warna. Gold, silver dan Space Grey dengan varian kapasitas memori -16,64 dan 128 GB -.

Berikut video profilnya


MITI Helat Professor Lecture Bersama University of Tsukuba dan BPPT

Foto: Istimewa



Tangerang -- Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) helat Professor Lecture bersama University of Tsukuba, Jepang dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Republik Indonesia, Selasa (02/09), di Gedung Sekretariat MITI Kawasan Alam Sutera, Tangerang. Kegiatan ini merupakan agenda Kajian Bulanan dari Deputi Kajian dan Kebijakan MITI untuk menambah wawasan peserta dan membuat rekomendasi bersama.

Pembangunan berkelanjutan dalam bidang pangan dan pertanian menjadi sangat penting di tengah isu banjirnya arus impor pangan dan kerusakan lingkungan di dalam negeri. Perubahan pola pikir masyarakat terhadap pangan lokal menjadi salah satu sebab munculnya gerakan-gerakan pendukung pangan lokal dan pertanian dalam negeri. Pemerintah juga sudah mulai menggeliatkan konsumsi pangan lokal agar tercapai pembangunan yang berkelanjutan di bidang pertanian.

MITI Professor Lecture mengambil tema "Appropriate Agriculture Technology for Sustainable Development". Dalam sambutannya, Femina Sagita Borualogo, PhD, Executive Director For Pilicy Studies  MITI menyampaikan bahwa tema-tema kajian seperti ini menjadi sangat penting untuk diperbincangkan. “Both professors will give lecture about agriculture technology to reach sustainabality (Kedua professor akan memberikan kuliah mengenai teknologi pertanian untuk mencapai keberlanjutan),” ucapnya saat memberikan sambutan.

Hadir sebagai pembicara, Assoc. Prof. Dr. Tofael Ahamed dariGraduate School of Life and Environmental Sciences, University of Tsukuba, Jepang dan Dr. Ing. Muhammad Abdul Kholiq, Kepala Seksi Pelayanan JasaTeknologi dan Kerjasama. Tofael menyampaikan materi tentang pembangunan berkelanjutan dalam bidang pertanian dan memberikan berbagai contoh nyata penerapan teknologi tepat guna hasil penelitian universitasnya di sektor pertanian di Jepang. “We need a holisticproject that have a feedback for sustainability (kita butuh sebuah proyek holistik yang memiliki umpan balik untuk keberlanjutan),” ujarnya kepada para peserta. Sama halnya dengan Tofael, Abdul kholiq juga menjelaskan konsep keberlanjutan dengan clean technology. Peneliti lulusan Jerman ini menjelaskan berbagai penelitian yang telah ia lakukan di tempat kerjanya.

Peserta kegiatan terdaftar berasal dari berbagai lembaga, seperti Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Univeristas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Hassanuddin, Universitas Pasundan, OpenThink Labs, BPPT, dan lembaga lainnya. Diharapkan dari kegiatan ini peserta dapat mengambil pelajaran mengenai konsep pembangunan berkelanjutan untuk diterapkan di daerahnya masing-masing.

Foto: Istimewa



MITI adalah sebuah LSM yang mengemban peran untuk menjembatani antara peneliti dan masyarakat. Dengan visi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Bangsa, MITI terus menjadi penggerak bangkitnya ilmuwan dan teknolog Indonesia agar berkarya lebih nyata dan berperan serta secara aktif dalam pembangunan nasional dan penyelesaian masalah-masalah Bangsa. Selama sepuluh tahun lebih MITI didirikan, berbagai program telah dilaksanakan, seperti Gerakan Go Pangan Lokal yang berhasil mengampanyekan pangan lokal Indonesia, Regional Development Center untuk memberdayakan masyarakat, inkubasi bisnis teknologi, dan banyak kegiatan lainnya. MITI melalui jaringan MITI Kluster Mahasiswa juga ingin mengembangkan keilmuwan mahasiswa Indonesia hingga program doktoral di lebih dari 80 kampus di seluruh dunia. (DWH/MHN)

Sepatu Pintar Ini Bisa 'Berbicara' dengan Pengguna

Sepatu pintar LeChal besutan start up India


Teknologi wearable makin tumbuh jadi 111,9 juta unit pada 2018



Tren perangkat wearable menginspirasi start upteknologi tinggi India, Ducere Technologies, untuk menciptakan sepatu pintar. Sepatu yang dapat 'berbicara' ini memandu penggunanya untuk mencapai tujuan tertentu. 

Sepatu itu juga mampu menghitung jumlah langkah yang diambil, jarak yang ditempuh, dan kalori pengguna yang terbakar. Semua kemampuan itu berkat adanya GPS yang disematkan pada sepatu berwarna merah itu. 

Melansir Phys.org, Senin 1 September 2014, sepatu yang dinamai LeChal, berarti 'membawa saya bersama' dalam bahasa India itu juga akan dilengkapi dengan penerima Bluetooth yang dapat dilepas dihubungkan ke aplikasi smartphone langsung ke sepatu itu dengan Google Maps. Selanjutnya, sepatu akan mengirimkan sinyal getaran untuk mengindikasikan arahan ke kiri atau ke kanan. 

Sepatu pintar ini menyasar pasar demografis yang khusus, yaitu penderita demensia, atau pikun, dan orang tua yang ingin tetap melacak pergerakan anak-anaknya. 

Selain itu, sepatu pintar ini diharapkan bisa berguna bagi tunanetra dan kaum disable lainnya. Bahkan, kesesuaian sepatu itu sudah diuji oleh pakar pada LV Prasad Eye Intitute, sebuah fasilitas kesehatan mata di Hyderabad selatan, India.

"Ini adalah produk wearable intuitif. Anda mungkin lupa mengenakan sabuk, atau helm saat keluar rumah, taetpi Anda tak bisa pergi keluar tanpa sepatu," jelas Anthony Vipin Das, dokter di intititut tersebut. 

Subsidi kaum diasable

Perusahaan menyebutkan, memungkinkan mengalokasikan sebagian besar keuntungan penjualan sepatu di masa depan untuk subsidi sepatu bagi pengguna disable (cacat tubuh).

Kedua pendiri start up itu, Krispian Lawrence dan Anirudh Sharma, yakin teknologi sepatu pintar itu bakal tumbuh dalam era tren perangkat wearable. 

"Awalnya, teknologi wearable selalu terlihat seperti mesin, kaca mata, atau jam tangan yang aneh. Tetapi, kini telah berubah," ujar Lawrence. 

Ia menyebutkan, salah satu fitur asyik dari sepatu itu yaitu membantu pengguna agar tak kehilangan ponselnya. Sebab sepatu akan memepringatkan pengguna jika terlalu jauh dari posisi ponsel pintar. 

"Saya orang yang sangat pelupa dan bagian terbaik dari ini adalah sepatu ini tak membiarkan anda lupa dengan ponsel Anda," ujarnya.

Meski dianggap sebagai sebuah terobosan, sepatu pintar itu masih menyisakan problem, misalnya kegagalan fungsi baterai ataupun hilangnya konektivitas Bluetooth. Tapi problem itu dapat diselesaikan dengan menyediakan live feed posisi pengguna ke teman atau kerabat sehingga dapat ditolong. 

Sepatu pintar itu disebutkan bakal dirilis untuk komersil pada September ini dengan banderol US$100 dan US$150 setara Rp1,17 dan Rp1,7 juta. Menariknya, meski belum dirilis komersil, disebutkan sudah ada 25 ribu permintaan. 

Permintaan disebutkan mayoritas berasal dari mulut ke mulut dan pemesanan melalui situs perusahaan, lethal.com. Perusahaan juga tengah membicarakan dengan retail untuk menyediakan sepatu di India dan Amerika Serikat pada musim liburan.

Melihat antusiasme pasar yang cukup besar, start up itu mengaku akan menjual sampai 100 ribu pasang sepatu pada April mendatang, dan dibuat di Tiongkok. 


Tshirt Pintar

Nan jauh dari India, tren teknologi wearable yang bisa membantu melacak kebugaran pengguna juga kian tumbuh di Amerika Serikat. Setelah munculnya gelang pintar atau, alat pelacak kebugaran lain, kini muncul tshirt olahraga yang bisa mengambil informasi psikologi dan biologi pengguna. Melansir Abcnews, pakaian pintar itu dihasilkan berkat kolaborasi perancang busana Ralph Laurean dan OMsignal, pembuat pakaian pintar yang mengandung sesnor biometrik.

Tshirt yang dilabeli Polo Tech itu sudah diujicoba pada turnamen tenis terbuka di AS tahun ini. 

Tshirt pintar Polo Tech

Tshirt pintar Polo Tech (Abcnews.go.com)

Tshirt itu mengukur tingkat denyut jantung, stres, dan energi yang dikeluarkan pengguna. Tshirt itu juga memiliki komponen yang dapat dilepas, 'kotak hitam', yang merekam data aktivitas olahraga pengguna. 

"Teknologi wearable telah disambut dengan kegembiraan luar biasa. Namun, belum ada yang membuatnya pada asesoris misalnya pakaian. Jadi ini sesuatu yang inovatif, benar-benar baru," ujar David Lauren, Wakil Presiden Senior Periklanan, Pemasaran dan Humas Polo Tech.

Tshirt pintar itu ditenun dengan benang konduktif, yang berfungsi sebagai sensor virtual. Terletak di daerah dada, sensor tetao nyaman dan cocok dipakai dalam menangkap dan mengirimkan data dari bagian tubuh lain.  

Teknologi wearable saat ini tengah tumbuh dalam sektor global. Lembaga riset teknologi global, IDC memperkirakan pada April lalu penjualan perangkat wearable diperkirakan tumbuh tiga kali lipat secara global mencapai 19 juta unit dan bakal tumbuh jadi 111,9 juta unit pada 2018.

Pesatnya pertumbuhan industri teknologi wearable, tetapi memunculkan ketakutan tentang privasi. Terkait hal ini, start up India itu memastikan sepatu pintarnya tak akan melanggar privasi sebab tidak merekam data pengguna dan mengelola keamanan yang kuat. (asp)


sumber:  VIVA.co.id

Nasional