Select Menu

News

News

Berita

Teknosains

Health

Oase

Kuliner

MITI: Pemerintah Perlu Tentukan Mazhab Kebijakan Subsidi




Tangerang – Pada APBN 2016, pemerintah mengangggarkan Rp 201,4 triliun untuk subsidi pada tahun mendatang. Subsidi dialokasikan untuk subsidi energi sebesar Rp121 triliun dan subsidi non-energi sebesar Rp80,4 triliun. Angka ini turun 5 persen dari anggaran total subsidi tahun 2015 yang mencapai Rp 212,104 triliun. Pemangkasan subsidi dilakukan pemerintah pada subsidi energi sebesar Rp 16,824 triliun, sedangkan subsidi non-energi naik sebesar Rp 6,12 triliun.

Sebelumnya, media massa banyak mempermasalahkan rencana pemerintah untuk mencabut subsidi pada energi listrik. Telah diputuskan, untuk 2016, pelanggan yang disubsidi sebanyak 24,7 juta rumah tangga, berkurang dari jumlah yang disubsidi di 2015 sebanyak 45 juta rumah tangga. Anggaran subsidi listrik yang tahun ini sebesar Rp 66,15 triliun, di 2016 dipangkas menjadi Rp 38,39 triliun. Dari jumlah subsidi listrik 2016, sebanyak Rp 29,39 triliun akan diberikan untuk pelanggan rumah tangga, Rp 2,2 triliun untuk pelanggan industri, dan Rp 1,16 triliun sisanya untuk 15 golongan pelanggan listrik lain.

Menanggapi kebijakan subsidi energi yang telah ditetapkan untuk tahun 2016 mendatang, Direktur Kebijakan Inovasi Industri MITI, Dr. Edi Hilmawan, M.Eng, mengatakan bahwa pemerintah perlu mengkaji kembali mazhab mana yang akan digunakan untuk menggelentorkan dana subsidi. “Beberapa negara memberikan subsidi energi, terutama listrik, khusus untuk sektor hulu, yaitu industri dan usaha-usaha rakyat lainnya yang produktif. Hal ini dilakukan untuk mendorong perekonomian. Jika perekonomian berkembang pesat, pendapatan dan daya beli masyarakat pasti akan meningkat,” tuturnya. Contoh negara yang menggunakan menerapkan peraturan ini adalah China dan Jepang.

Edi juga menjelaskan bahwa ada juga negara yang memberikan subsidi kepada masyarakat secara langsung melalui hitungan rumah tangga, bukan pada industri. “Meski bukan sektor produktif, namun beberapa negara seperti Jerman memberlakukan peraturan ini,” tambahnya. “Pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif mengenai dampak terhadap masyarakat dan pertumbuhan ekonomi untuk menentukan mazhab yang akan digunakan pada kebijakan subsidi.”

Pemberian subsidi menurut Edi, sebaiknya berkaca pada Pasal 33 UUD 1945 ayat (2), cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, sedangkan ayat (3) menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam  yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. "Kuncinya adalah kemakmuran masyarakat," ujarnya. Subsidi dapat diberikan kepada komoditas yang merupakan hajat hidup orang banyak untuk kemakmuran masyarakat. "Jadi selama bertujuan memakmurkan masyarakat, subsidi jangan hanya dibatasi u golongan yang tidak mampu. Subsidi dapat diberikan kepada sektor-sektor produksi yang berdampak pada kemakmuran masyarakat, kata Edi.

Edi menegaskan bahwa masyarakat juga harus memahami jika energi di Indonesia mulai tidak murah. “Kita harus memahami dengan baik bahwa subsidi energi membebani anggaran, mendidik masyarakat menjadi tidak produktif dan cenderung boros energi,” jelasnya. “Namun perlu dipertimbangkan juga bahwa subsidi diperlukan untuk memicu pertumbuhan ekonomi dan membantu daya beli masyarakat khususnya golongan menengah ke bawah. Jadi pengurangan subsidi harus mempertimbangkan itu semua sebelum diputuskan,” paparnya.


Selain subsidi, pemerintah juga perlu melakukan efisiensi secara internal untuk kebutuhan listrik masyarakat. “Sedapat mungkin lakukan efisiensi secara internal agar biaya pokok produksi PLN bisa lebih rendah. Sukur-sukur tanpa menaikkan tarif listrik, subsidi bisa ditekan hanya dengan peningkatan efisiensi penyediaan listrik," pungkas Edi. (DWH)

Startup Istanbul 2015 Menantang Digitalpreneur Indonesia

Startup Istanbul dikenal sebagai ajang yang mempertemukan pebisnis digital, startup, investor dan peminat digital dan internet yang terbesar di Eurasia (Eropa dan Asia). Pada tahun ketiganya yang akan berlangsung tanggal 3-5 Oktober 2015 di Istanbul, Turki, Startup Istanbul akan menghadirkan 100 startups dari 40 negara (termasuk Indonesia), 1500 peserta konferensi, 14 pembicara utama dan 200 investor.

Khusus investor dan inkubator yang akan hadir di acara itu, sebut saja yang besar seperti Y-Combinator, Google Ventures, Microsoft Ventures, Intel Capital & Accel Partners, mereka akan berinvestasi di startups yang ikut Pitching atau kompetisi Startup. "Ini peluang yang menarik bagi startup Indonesia untuk go-international. Baik dari sisi exposure maupun peluang mendapat funding,” kata Endy Kurniawan, CEO Saiber Dunia Imaji, yang menjadi country ambassador event Startup Istanbul di Indonesia.

Pengunjung yang hadir bisa mendapatkan inspirasi dari suasana conference yang sangat atraktif di Lutfi Kirdar Conference Center, sekitar 5 menit jalan kaki dari pusat kota Istanbul : Taksim Square. Bagi startups yang masuk nominasi dan masuk sesi seleksi, ada program mentoring selama 2 hari penuh di Microsoft Center pada tanggal 3 dan 4 Oktober. Di tahap ini, mentor dari berbagi perusahaan investasi dan startups yang telah sukses akan berbagi ilmu berharganya.

Startup Istanbul diselenggarakan oleh Etohum, sebuah organisasi di Turki yang menjadi inkubator dan akselerator perusahaan-perusahaan digital. Selain menyelenggarakan event Startup Istanbul dengan skala besar, dimana tahun-tahun sebelumnya bahkan dihadiri oleh startup dari negara-negara Eropa barat, Etohum juga mengadakan event-event lebih kecil di berbagai kota di Turki. 

Pada tahun sebelumnya, ajang ini diwakili 1 startup dengan dua delegasi dari Indonesia. Pendaftaran bisa dilakukan secara online di http://startupistanbul.com/register (untuk peserta/ delegasi) dan untuk startup yang akan berkompetisi bisa melalui link http://startupistanbul.com/startupapplication. “Target tahun ini adalah 5 startup dan 10 delegasi. Ada minat yang besar dari pegiat bisnis digital di Indonesia,” tutup Endy. 




Eat24: Pengguna iPhone Lebih Sehat Dibanding Pengguna Android

iOS Vs. Android

Kebiasaan sehat para pengguna iPhonediklaim lebih baik dari para pengguna smartphone berbasis sistem operasiAndroid. Klaim tersebut didasarkan pada temuan terbaru yang dirilis layanan pesan online makanan, Eat24.

Eat24 dalam data yang dihimpunnya melalui aplikasinya selama tiga bulan mencatat bahwa sebanyak 27 persen pengguna iPhone lebih memilih filter “Sehat” untuk makanan yang mereka pesa. Bandingkan dengan pengguna Android yang terhitung di angka 17 persen.

Who is healthier?

Selanjut dalam memilih jenis-jenis makanan pun, para pengguna iPhone lebih menyukai makan sayuran ketimbang pengguna Android. Sebanyak 35 persen pengguna iPhone tercatat memesan sayuran, sedangkan pengguna Android tercatat hanya 28 persen memesan jenis makanan hijau ini.

Who likes their veggies?

Begitu juga dalam menjemput pesanan makanan daripada hanya menunggu makanan diantarkan. Para pengguna iPhone disebutkan dua kali lebih sering menjemput makanananya ketimbang pengguna Android yang diklaim rajanya “tukang duduk”.

Pickup Orders

Namun soal makanan pedas, pengguna Android lebih suka makanan dengan rasa ini dengan persentase sebesar 10 persen lebih tinggi ketimbang pengguna iPhone.

Pizza Chart

Yang menarik, Eat24 bahkan membandingkan logo Apple dan Android untuk dipilih mana yang lebih sehat. Seperti yang bisa harapkan, lagi-lagi Apple menang telak di kategori ini. Ya, buah “Apple” tentunya lebih sehat dan enak ketimbang “robot hijau”, bukan?

Terakhir, para pengguna Android tidak memiliki lebih banyak aplikasi kesehatan ketimbang para pengguna iPhone. Dalam kategori “Who has more Active/Healthier Apps”, jelas pengguna iPhone tercatat memiliki lebih banyak aplikasi kesehatan dan bahkan aktif menggunakannya.


Secara keseluruhan, pengguna iPhone mendapatkan nilai kesehatan sebanyak 5 poin sedangkan pengguna Android hanya mendapatkan satu poin. Dengan ini, jelas bahwa pengguna iPhone memiliki kebiasan hidup yang lebih sehat daripada pengguna Android.

Bagaimana pendapat kamu mengenai temuan terbaru Eat24 ini? Sampaikan komentarmu di kolom yang tersedia ya.


Sumber: makemac

Air Garam Bisa Nyalakan Lampu 8 Jam


Pernahkan Anda membayangkan hidup tanpa listrik atau lampu? Barangkali tidak semua orang bisa beruntung menikmati listrik atau lampu dengan mudah. Ilmuwan dari SALt (Sustainable Alternative Lighting) menemukan teknik menciptakan lampu yang bisa menyala selama delapan jam. Lampu ini bukan sembarang lampu karena lampu ini tidak dihidupkan dengan listrik tapi menggunakan segelas air dan dua sendok teh garam. Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana jika air laut digunakan untuk menyalakan lampu ini.


Dilansir dari laman ScienceAlert, lampu ini sengaja diciptakan untuk menjawab kegalauan bahwa ada satu miliar orang di dunia ini yang hidup tanpa listrik. Artinya, ketika malam hari, untuk bisa membaca atau melakukan aktivitas, mereka harus menggunakan minyak tanah untuk bisa menyalakan lampu. Hal ini memerlukan biaya yang mahal karena minyak tanah juga bukan lagi barang murah.

Lampu garam yang disebut SALt  ini bekerja dengan prinsip baterai galvanik. Sistem ini terdiri dari laritan elektrolit yaitu air garam, dan dua elektroda. Ketika elektroda ditempatkan dalam elektroliit, energi mampu mengidupkan lampu. Sistem ini bisa menyalakan lampu selama delapan jam sehari selama kurun waktu enam bulan. 

Lampu ini telah diuji coba di Filipina. Di Filipina, sebanyak 7.000 pulau belum memperoleh listrik. Tim Salt memutuskan untuk mendistribusikan lampu ini untuk mesyarakat Filipina. "Air laut bisa berfungsi menghidupkan lampu. Rata-rata, air laut memiliki salinitas 35 gram dalam 1.000 gram air. Anda bisa menggunakan air laut untuk menghidupkan lampu ini kapan saja," ujar tim.


sumber ROL

Tukimin Petani Hebat

Tukimin mengganti media tanam dengan batang pisang.



Tukimin (49), petani asal Desa Kaliabu Kabupaten Madiun, berhasil membuktikan diri ke publik bahwa kemarau bukan halangan untuk bercocok tanam.

Lewat pemikiran sederhananya. Petani sayur mayur ini mampu memberikan inspirasi kepada petani untuk tetap berinovasi dan beradaptasi terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Tukimin 'melawan' kebiasaan. Bagaimana tidak, ketika di beberapa daerah para petani menjerit dan berpangku tangan menunggu pasokan air saat kemarau, ia tetap bertahan.

Lantas apa hebatnya Tukimin?

Sejak enam bulan lalu, Tukimin berinovasi mengganti media tanam untuk sayur-sayurannya dengan batang pisang. Namun siapa sangka, ternyata ide itu berjalan efektif.

“Awalnya saya melihat batang pohon pisang digunakan secara horizontal atau berebah. Namun setelah saya terapkan, batang pohon pisang cepat kering dalam sebulan,” kata Tukimin, Rabu 5 Agustus 2015.

Sebab itu peserta lomba Inovasi Vertikultura Gebyar Gapoktan Tahun 2015 di Kabupaten Madiun ini pun berinisiatif menggunakan batang pisang dengan posisi vertikal.

“Keuntungannya jika vertikal, batang pohon pisang ini bisa lebih bertahan lama, sekitar dua bulan. Selain itu, bisa dilubangi lebih banyak lagi sehingga bisa menanam lebih banyak,” kata Tukimin.

Namun Tukimin mewanti-wanti, bahwa batang pohon pisang ini hanya untuk tanaman sayuran. “Karena media tanahnya sedikit maka yang sesuai adalah tanaman sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam,” ujarnya.

Tukimin menjelaskan bahwa cara membuatnya sangat sederhana. Batang pisang dipotong sepanjang satu meter, dengan pangkal diletakkan di bawah.

“Ujung atas, dilubangi dengan menghilangkan jantung batang pohon pisang, sekitar 20 centimeter. Pada batang bagian samping juga dilubangi menyamping selebar sekitar 8 cm dengan tinggi yang sama, berkedalaman sampai menyentuh jantung pohon pisang,” katanya.

Pada dinding samping batang pohon pisang ini, dibuat beberapa lubang dengan jarak sekitar 20 cm. “Sebaiknya dibuat menyilang,” tuturnya.

Pada setiap lubang lalu diisi dengan tanah yang dicampur dengan kompos kotoran kambing dan arang sekam padi, dengan perbandingan campuran 1:1:1.

“Campuran tanah ini sebaiknya dibiarkan dulu beberapa hari, sebelum sayuran ditanam,” sambungnya.

Hasil karya inovatif Tukimin, pelepah pisang jadi media tanam. (VIVA.co.id/Adib Ahsani)
Sebagai penguat batang sayuran, Tukimin membuat pupuk alami. “Pupuknya hanya cairan dari rendaman serabut kelapa yang direndam selama seminggu. Saya tidak menggunakan bahan pupuk maupun insektisida pabrik,” ucapnya.

Kelebihan batang poson pisang yang digunakan sebagai media tanam sayuran ini, selain bisa menghemat tempat, juga menghemat air untuk menyiram karena tanaman bisa menyerap air pada pelepah batang pohon pisang, cocok untuk musim kemarau,” ujar Tukimin.

Semua bahan yang digunakan merupakan limbah. “Batang pohon pisang sangat melimpah, karena pohon pisang selalu ditebang setelah berbuah, begitu juga dengan pupuk dari air rendaman serabut kelapa,” katanya.

Hasil dari panen yang menggunakan media tanam batang pohon pisang ini, Tukimin tidak lagi membeli sayuran karena bisa dipetik dari halaman sendiri.

sumber viva

BlackBerry Keluarkan Passport Silver Edition


BlackBerry pertama kali meluncurkan BlackBerry Passport pada bulan September tahun lalu. Sementara itu, BlackBerry Passport diluncurkan di Indonesia pada bulan November 2014. Dan sekarang, BlackBerry meluncurkan Silver Edition dari Passport. BlackBerry menyebutkan Silver Edition sebagai Passport dengan "desain baru". Passport Silver Edition memiliki rangka daristainless steel dan bagian belakang dengan berpola yang lembut di tangan.

Seperti yang disebutkan oleh Engadget, model terbaru dari Passport ini memiliki spesifikasi yang sama dengan Passport. Ia memiliki layar kotak berukuran 4.5 inci dengan resolusi 1440 x 1440. Ia menggunakan Snapdragon 801 @2.2GHz untuk prosesornya dan Adreno 330 untuk GPU. Ia juga dilengkapi dengan RAM 3GB dan memori internal sebesar 32GB. Jika memori ini dirasa kurang, Anda dapat menambahkan memori menggunakan SD card hingga 128GB.

Passport Silver Edition dilengkapi dengan kamera belakang 13MP dan kamera depan 2MP. Meski banyak kabar yang beredar yang menyebutkan BlackBerry akan membuat smartphone Android, tetapi Silver Edition masih menggunakan BlackBerry 10 sebagai OS-nya. BlackBerry Passport Silver Edition akan tersedia di Amerika Utara pada hari ini, Rabu (5/8/2015) dengan harga USD549. Ia juga akan tersedia di Eropa dan negara-negara lain.

BlackBerry juga membuat video unboxing dari Passport Silver Edition. 



sumber metrotvnews

Nasional