Select Menu

News

News

Berita

Teknosains

Health

Oase

Kuliner

Pasteur Banjir Parah, Ridwan Kamil Minta Maaf

Bandung dikejutkan dengan banjir parah yang menimpa Pasteur Senin sore (24/10). Dari video yang beredar, tampak sebuah mobil hitam hanyut terbawa air yang mengalir deras di tengah jalan Pagarsih, Bandung.




Walikota Bandung Ridwan Kamil melalui akun twitternya menyatakan permohonan maafnya atas banjir yang terjadi dan berjanji mengatasinya segera dengan memasang Tol Air. Belum ada penjelasan rinci sepereti apa Tol Air yang dimaksud. (MHN)


Pemberantasan Pungli Jangan Hanya Lip Service

Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS Almuzzammil Yusuf
Jakarta (11/10) - Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS Almuzzammil Yusuf menegaskan  tindak pemberantasan pungutan liar (pungli) harus diberantas sampai akarnya. Terutama pungli di lembaga-lembaga pemerintahan.

Almuzammil mengungkapkan, pungutan liar (Pungli) merupakan bagian dari korupsi yang tidak bisa dibiarkan menyerbak dalam tubuh lembaga pemerintahan.

"Budaya pungli memang harus dikikis dari waktu ke waktu. Tapi jangan hanya menjadi lip service , sehingga menutup mata atau mengalihkan dari kasus-kasus besar seperti yang sudah diungkap oleh BPK," ungkap Muzzamil di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2016).

Almuzammil meminta, dalam penuntasannya, aparat penegak hukum  diharapkan tidak pandang bulu.

"Pungli sama dengan korupsi, semua harus dikikis habis. KPK dibentuk sebagai super body tidak boleh takut dengan penguasa atau kepala daerah yang dianggap dekat dengan penguasa. Pungli tidak akan hilang kalo korupsi besar terus merajalela," ujarnya. (put)

Pemerintah Harus Kaji Ulang Rencana Menaikkan Tarif Tenaga Listrik Awal 2016


JAKARTA (18/11) - Pemerintah harus mengkaji ulang rencana menaikkan Tarif Tenaga Listrik (TTL) bersubsidi untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah pada awal tahun 2016. Karena kondisi perekonomian nasional belum sepenuhnya pulih.

Menurut Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi, dan Lingkungan Hidup (Ekuintek-LH) DPP PKS, Memed Sosiawan, rencana pemerintah tersebut bahkan harus ditolak.
“Daya beli masyarakat yang tertekan akibat perlambatan ekonomi, dikhawatirkan masih rendah. Rencana kenaikan TTL awal tahun 2016 perlu dikaji ulang, bahkan dibatalkan ,” kata Memed di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Memed mengatakan, pemerintah harus mencari cara yang lebih tepat selain mencabut subsidi golongan masyarakat menengah ke bawah.

Namun demikian, mantan anggota DPR RI itu mengapresiasi kebijakan PLN yang menyesuaikan TTL menggunakan Tariff Adjustment (TA) sepanjang bulan Oktober 2015.

Ia mendukung langkah PLN yang akan menanggung beban subsidi akibat penundaan penerapan skema TA bagi pelanggan listrik golongan rumah tangga, yaitu 1.300 VA serta 2.200 VA, hingga Desember 2015.

“Kebijakan penundaan penerapan skema tarif itu memang perlu diberlakukan guna mengurangi beban masyarakat atas kenaikan BBM maupun bahan pokok. Jangan sampai masyarakat mendapat beban pada waktu yang bersamaan dengan beban hidup lainnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2014, mulai 1 Januari 2015 PLN menggunakan Tariff Adjustment (TA). Hal ini dilatarbelakangi kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam tekanan yang cukup tinggi. Sehingga, biaya penyediaan listrik per bulan dipengaruhi oleh harga bahan bakar, nilai tukar rupiah, dan inflasi bulanan.

Hadiri Sidang Mavi Marmara di Turki, Advokat Indonesia Beri Kesaksian


Pengacara sekaligus Aktivis Hak Asasi Manusia dari beberapa perwakilan negara dunia, Rabu (18/11) berkumpul di ruang sidangThe 7th Criminal Court, Istambul, Turki untuk mengikuti persidangan lanjutan atas peristiwa berdarah penyerangan yang dilakukan tentara Israel terhadap aktivis kemanusiaan The Gaza Freedom Flotilla pada kapal penumpang MV Mavi Marmara 31 Mei 2010 silam.

Advokat sekaligus Direktur Eksekutif SNH Advocacy Center, Sylviani Abdul Hamid yang mengikuti persidangan ini menginformasikan bahwa sidang ini digelar untuk yang kesepuluh kalinya sejak dimulai pada bulan November 2012 lalu dengan agenda sidang menghadirkan para saksi dari beberapa negara yang menjadi korban penyerangan brutal tentara Israel. “Agenda sidang masih saksi, jumlah saksi yang hadir sekarang sekitar enam orang” jelas Sylvi.

Pengadilan ini menurut Sylvi, merupakan salah satu upaya menegakkan hak asasi manusia dan keadilan bagi para korban sekaligus keluarga korban. Berdasarkan data korban, sebanyak sepuluh orang tewas dan seratus lima puluh enam korban luka-luka dan 52 diantaranya luka berat.

Sylvi menyampaikan, walaupun pada akhir putusannya nanti hanya berlaku pada yuridiksi pemerintahan Turki, namun akan menjadi preseden Israel adalah negara pelanggar HAM. “kami berharap dunia melek dan mendorong PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) untuk menyeret Israel keInternational Criminal Court”.

Terkait dengan pembantaian aktivis kemanusiaan The Gaza Freedom Flotilla ini Spanyol dan Afrika Selatan telah mengeluarkan perintah penangkapan kepada pejabat tinggi pemerintah Israel termasuk Netanyahu apabila mereka menginjakkan kaki di dua negara tersebut hal ini sebagaimana dilansir beberapa media masa, Spanyol dan Afrika Selatan yang telah mengeluarkan Memo Penangkapan kepada pejabat tinggi pemerintah Israel termasuk Benyamin Netanyahu.

Sylvi dalam pernyataanya berharap peran Indonesia lebih besar dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana Preambule UUD 1945 yang menyatakan “Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan peri-keadilan”.
Ia berharap kedepan Konstitusi Indonesia memungkinkan menggelar persidangan serupa terhadap para pelaku Kejahatan Kemanusiaan, walaupun sesuatu yang tidak mungkin untuk saat ini, karena terganjal aturan hukum. “Hukum Indonesia tidak memungkinkan menggelar sidang seperti ini, walaupun ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban, andaikan bisa bukan hanya Israel yang akan kita seret kedalam Peradilan tapi juga Penjahat Kemanusiaan lainya” jelasnya. (HK).

ISFH: Tangkap As Sisi, Penjahat Kemanusiaan Internasional

Ratusan orang yang menamakan diri  Indonesian Society For Humanity (ISFH) melakukan aksi solidaritas untuk rakyat mesir dengan melakukan unjuk rasa menolak kedatangan pimpinan kudeta berdarar Mesir, Abdel Fattah Al Sisi atau yang dikenal As Sisi di Jakarta hari ini (3/9). 
Koordinator ISFH, Noval menyatakan "Undangan As Sisi oleh presiden Jokowi sangat kami sayangkan, kecuali jika Jokowi berniat hendak menangkapnya. Kami menolak kehadiran As Sisi di Indonesia dan akan menghadangnya di depan istana negara selama dua hari kedepan". Tegasnya  
Abdel Fattah Al Sisi atau yang dikenal As Sisi merupakan pimpinan kudeta berdarah di Mesir tahun  2013. Banyak kejahatan kemanusiaan dan pembantaian - pembantaian yang dilakukan oleh rezim As Sisi. Indonesian Society For Humanity (ISFH) telah mendata sekian daftar pelanggaran HAM tersebut.

Kejahatan kemanusiaan terhadap warga sipil dilakukan As Sisi antara lain: pembantaian Garda Republik (8 Juli 2013); pembantaian Stadion Manshuroh (19 Juli 2013); pembantaian Monumen Sadat (27 Juli 2013); pembantaian Nadhoh Square (14 Agustus 2013); pembantaian Rabiah (14 Agustus 2013); pembantaian Ramsis (16 Agustus 2013); pembantaian Abou Zabal  (18 Agustus 2013). Ribuan warga sipil tak bersalah tewas, selain itu lebih dari 300 tahanan meninggal di dalam penjara.

ISFH mengaku sangat mendukung jika Jokowi hendak menangkap penjahat kemanusiaan internasional yang juga telah dicatat kejahatannya oleh Dewan HAM PBB. Salah besar jika Indonesia yang merupakan bangsa yang sangat menjunjung tinggi kemanusiaan dan kemerdekaan mengundang As Sisi bahkan disambut oleh istana.

"As Sisi merupakan rezim otoriter sekaligus pimpinan kudeta berdarah yang lebih mementingkan kepentingan asing dibandingkan keutuhan dan kedaulatan bangsanya sendiri. Pemimpin boneka layaknya As Sisi bukanlah sosok yang layak dan patut diundang pemerintah Indonesia, kecuali sama sama mengakui akan pengendalian asing dalam tubuh NKRI." Imbuh Noval


Warga Dukung Aksi Simpati Untuk Petani Tomat

Jakarta (30/8) - Aksi Simpatik Save Petani Tomat yang di gagas Kader dan Simpatisan PKS Jakarta mendapat sambutan  antusias dari warga Jakarta yang sedang melakukan kegiatan Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia, Ahad (30/8).

Warga yang sedang berolah raga tersebut,  bergabung dengan kegiatan PKS. Mereka ikut membawa poster yang berisi ajakan untuk membantu nasib para petani tomat, diantaranya Save Tomatto Farmest. Selamatkan Petani Tomat-Kalau Bukan Kita Siapa Lagi, Ayo Makan Tomat agar Indonesia Sehat,  Indonesia Negara Agraria-Jangan Biarkan Petani Tomat Sengsara dan  Negara Krisis Petani Tomat Paling Miris. Mereka juga meneriakkan yel-yel "Save Petani Tomat".

Warga  juga ikut mengabadikan aksi ini  dan berfoto bersama dengan latar patung selamat datang. Mereka juga mengikuti aksi Freeze Mob. Mereka makan tomat  bersama, kemudian secara serentak mereka melakukan aksi mematung sambil menggigit tomat.

Aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian kepada para petani tomat yang mengalami krisis harga jual hingga mencapai Rp. 300 per kilogram.  PKS Jakarta mengajak masyarakat untuk membeli tomat dengan harga yang layak, sehingga petani tomat bisa lebih sejahtera.



Aksi Simpatik Untuk Petani Tomat Ini Layak Ditiru

Jakarta - Dalam rangka  membantu para  petani tomat dalam memasarkan hasil panennya, PKS DKI Jakarta berhasil memasok lebih dari enam ton tomat buah ke wilayah Jabodetabek. Aktifitas ini dilakukan sejak 27 Agustus lalu dan hingga saat ini pengiriman tomat tersebut masih berlangsung.
 
Tomat diperoleh dari para petani tomat di wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan Garut, yang dibawa kantor PKS Jakarta dengan menggunakan truk. Tomat-tomat tersebut lalu dipilah-pilah untuk mendapatkan tomat yang berkualitas baik. Kemudian tomat di antar ke masyarakat yang telah memesan tomat secara online. 

Untuk memperlancar aktifitas ini, PKS menerjunkan puluhan relawan yang bekerja secara sukarela. Para relawan tersebut bertugas memilah tomat dan memasukkannya ke dalam kantong plastik, kemudian memasukkannya ke dalam mobil untuk diantar ke para pembeli.

PKS Jakarta  berharap aksi ini dapat membantu kehidupan  para petani yang sempat menderita kerugian akibat harga tomat yang sangat rendah. PKS Jakarta juga berharap aksi sosial ini dapat terus berlanjut dan dilakukan oleh struktur PKS lainnya di seluruh Indonesia, hingga harga tomat yang sempat menyentuh harga Rp. 300 per kilogram ini dapat kembali normal.
 
Untuk lebih memasifkan penjualan ini, PKS Jakarta menggelar aksi simpatik Save Petani Tomat di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Ahad (30/8). PKS mengajak masyarakat untuk membeli tomat dengan harga Rp 5.000 per kilogram. "Bila harga tomat stabil, petani tomat bisa bernafas lega, karena hasil panennya tidak sia-sia," ujar Ketua panitia acara Ihsan Fadila.



Merasa Nama Anda Paling Unik? Lihat Dulu Ini

Nama adalah doa. Begitu yang sering kita dengar dalam ceramah pengajian. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk dapat memberikan pilihan nama terbaik bagi anak anak kita.

Beberapa waktu terakhir dunia maya diramaikan dengan munculnya isu seseorang yang diberi nama "tuhan". Ternyata itu bukan satu satunya orang Indonesia yang menyandang nama unik. Anda akan tergelak melihat gambar berikut ini


Nasional